Domain adalah Kunci, Panduan Memilih Nama Domain

Domain adalah alamat dari sebuah  situs internet. Misalnya, Anda ingin masuk  ke dalam akun Facebook melalui computer, maka Anda perlu membuka browser. Browsernya seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, dan sebagainya. Nah, alamat yang Anda ketikkan, facebook.com itulah yang disebut domain.

Nah, jika Anda ingin membuat situs internet, Anda akan diharuskan untuk memilih nama domain. Karena domain akan menjadi alamat Anda untuk seterusnya, maka sebelum mulai membuatnya, Anda perlu  memperhatikan beberapa hal.

Nama Domain Hendaknya Mudah Diingat

Domain adalah tempat yang orang cari ketika orang membutuhkan produk atau jasa kita. Karena itu nama domain harusnya gampang diingat. Kalau Anda membuat nama domain terlalu panjang, misal jualsepatugrosirmurahdanberkualitas.com, akan susah diingat daripada sepatugrosir.com.

Oleh karena itu, membuat nama domain sebaiknya dari satu jenis karakter saja. Misalkan huruf semua atau angka semua. Hindarkan membuat nama domain dari gabungan keduanya. Kecuali jika ia begitu pendek, atau merupakan merek dari produk atau jasa Anda.

Usahakan Nama Domain Sependek Mungkin

Idealnya, nama domain terdiri atas satu atau dua kata. Setiap katanya terdiri atas 3-4 suku  kata. Ini agar mudah diingat. Namun, karena begitu banyak situs yang sudah dibuat, nama domain dengan kriteria seperti ini menjadi sulit didapat. Kalaupun ada, harganya bisa sangat mahal.

Misal, untuk domain di Indoesia saja. Waktu kemarin saya mendaftarkan domain saya, awalnya saya ingin membuat tiga huruf saja. Sesuai merek produk saya. Karena domain adalah representasi dari produk  kita kan.

Namun, ternyata harga untuk nama domain di bawah 5 huruf jauh berbeda. Harganya mencapai jutaan rupiah. Bahkan, untuk nama domain jd.id saja, dibeli seharga 500 juta. Dibandingkkan dengan harga normal sebesar 250 ribu rupiah, tentu ini terlalu mahal. Akhirnya saya menggunaan 5 huruf untuk nama domain saya.

Pilih Top Level Domain

Bagi  yang belum tahu, Top Level Domain adalah domain tingkat pertama dari ekstensi. Cirinya, setelah titik pada nama domain, hanya  diikuti satu kata, tanpa titik lagi. Misalnya, pada nama wordpress.com. Itu adalah TLD. Turunannya, disebut Domain Level Kedua, misalnya jualrumah.wordpress.com.

Nah, dalam memilih nama domain, disarankan menggunakan TLD, karena selain lebih mudah diingat, juga lebih mudah terindeks oleh mesin pencari. Apalagi jika digunakan untuk branding kesannya lebih berkelas dan elegan.

Ekstensi domain juga bermacam-macam. Ada yang berakhiran .com, .net, .org, dan banyak lagi. Semuanya berfungsi  untuk pengenalan juga. Misalnya, ekstensi .store, biasanya digunakan oleh toko online. Ekstensi .edu, biasanya digunakan oleh lembaga pendidikan. Untuk lebih jelas mengenai ekstensi domain, Anda dapat mencari artikel terkait tentang ini.

Branding atau SEO

Biasanya orang memilih nama domain dengan pertimbangan 2 alasan. Pertama, karena fungsi domain adalah juga untuk memperkenalkan merek, maka mereka menggunakan nama brand mereka. Misalnya merek sebuah hotel, mengambil nama kingdomhotel.com

Kedua, nama domain juga menjadi penentu indeks mesin pencari, maka mereka menggunakan keyword sebagai nama domain. Misalnya karena banyak yang mencari kata kunci “jual mobil bekas”, maka mereka mengambil nama jualmobilbekas.com

Bagi para pebisnis, domain adalah sebuah investasi berharga. Ibarat membangun sebuah merek, ketika nama domain sudah melekat di benak publik, akan sangat banyak manfaatnya. Seperti air kemasan yang orang kenal dengan nama Aqua saja. Karena itu, silakan cari nama domain yang tepat, tapi jangan terlalu lama. Bisa jadi, orang lain mendaftarkan terlebih dahulu daripada Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *