Fungsi Hosting dan Jenis-Jenisnya

Hosting memang memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidup sebuah website. Tanpa hosting, nyaris mustahil sebuah website bisa diakses di internet. Sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian hosting dan juga domain, sehingga pada artikel ini kita akan fokus tentang fungsi dari hosting saja, serta jenis-jenisnya. Oh iya sebelum kita lanjut, buat kamu yang belum terlalu paham tentang hosting dan domain, kamu bisa baca artikel kami tentang pengertian hosting dan domain disini.

Hosting memiliki kegunaan sebagai media penyimpanan bagi sebuah website. Setiap data, baik itu berupa visual, audio, video, ataupun lain sebagainya akan disimpan di dalam sebuah hosting. Sehingga, nantinya data-data yang ada di hosting inilah yang akan ditampilkan ke pengguna ketika mereka mengakses sebuah website.

Contoh sederhananya begini, ketika kamu mengakses website ini, mengakses artikel ini, pernah nggak terbayang dimana data-data ini disimpan, dimana tulisan demi tulisan ini disimpan hingga akhirnya bisa dibaca oleh setiap orang yang mengakses website ini? Jawabannya hanya satu, di hosting. Itulah kekuatan hosting, data-data ini semuanya tersimpan didalamnya, dan apabila ada orang yang mengakses website ini, maka akan ada perintah ke hosting untuk menampilkan data-data yang ada.

Keyword : Hosting = merori = media penyimpanan.

Saya asumsikan kamu sudah paham tentang hosting dan cara kerjanya. Selanjutnya kita akan membahas tentang jenis-jenis hosting yang biasanya tersedia di provider.

1. Shared Hosting

Shared hosting merupakan jenis hosting dimana penggunanya akan berbagi resource satu sama lain. Kita bisa membuat perumpamaan bahwa shared hosting ini seperti sebuah kosan, dimana nantinya setiap penghuni kos akan berbagi sumber daya yang ada didalamnya, seperti toilet, dapur, ruang tamu, dan sebagainya. Selain itu, kamu juga tidak bisa merubah atau mengganti desain yang ada di dalam kosan tersebut. Begitu juga dengan shared hosting, kamu akan berbagi semua sumber daya yang ada di dalam satu server dengan pengguna lainnya, baik itu RAM, CPU, harddisk, dan sebagainya. Bukan hanya itu saja, kamu pun juga tidak memiliki akses penuh saat menyewa sebuah shared hosting.

Kelebihan shared hosting ialah biaya sewanya yang murah. Hal ini wajar, karena kamu berbagi sumber daya dengan banyak orang. Tetapi kekurangan dari hosting jenis ini ialah, ketika ada salah seorang pengguna memakai sumber daya yang terlalu banyak, semua website yang ada di hosting tersebut akan terkena imbasnya, termasuk website kamu. Jadi shared hosting tidak terlalu disarankan jika kamu membuat website untuk keperluan bisnis dengan pengguna yang banyak. Tapi kalau untuk sekedar belajar, its okay lah.

2. Cloud Hosting

Cloud hosting merupakan teknologi baru, dan saat ini sudah banyak provider di Indonesia yang menawarkan hosting jenis ini. Cloud hosting bisa dibilang merupakan solusi dari shared hosting yang selama ini cukup menjadi momok bagi banyak pemilik website, karena kamu harus berbagi traffik dengan pengguna lainnya.

Berbeda dengan shared hosting yang terpusat di satu server, cloud hosting terdiri dari beberapa server yang saling terhubung satu sama lain, yang seolah-olah membentuk satu server baru. Keuntungan dari cloud hosting ialah ketika ada satu server yang bermasalah, dia otomatis akan mencari jalur ke server lain, sehingga website kamu tidak akan down meskipun ada banyak resource yang digunakan oleh website lainnya.

3. VPS

VPS merupakan sebuah server virtual, dan sangat berbeda dengan layanan shared hosting, ataupun cloud hosting. Ketika kamu membeli sebuah VPS, kamu hanya akan mendapatkan server mentah tanpa konfigurasi apa-apa. Selain itu, kamu juga memiliki akses penuh terhadap server VPS. Jadi nantinya kamulah yang akan menentukan VPS ini akan digunakan untuk apa, setiap tools yang terinstall didalamnya juga akan tergantung padamu.

Dari sisi fungsi, VPS memang jauh lebih unggul ketimbang hosting jenis lain. Selain bisa digunakan web hosting, VPS juga bisa digunakan sebagai SSH, Mail Server, dan masih banyak lagi. Namun kekurangannya adalah, kamu harus mengerti tentang konfugurasi VPS karena kamu hanya mendapatkan server mentah ketika membeli layanan ini. Bukan hanya itu saja, provider juga tidak bertanggung jawab terhadap maintenance VPS yang kamu beli, jadi semuanya harus kamu urus sendiri.

Kesimpulannya, dari 3 jenis hosting tersebut, Cloud Hosting dan VPS lebih disarankan kepada kamu yang membangun website untuk kebutuhan bisnis, atau yang memiliki traffik besar. Jika kamu tidak ingin berbagi server, VPS lebih disarankan. Tapi kalau kamu tidak ingin repot-repot melakukan pemeliharaan server, Cloud Hosting lebih disarankan kepadamu. Jadi semuanya tetap tergantung dengan kebutuhanmu seperti apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *