Ini Dia Pengertian Hosting dan Domain

Belakangan kamu mungkin sudah sering mendenger istilah hosting dan domain. Terlebih dengan meningkatnya penetrasi internet dari tahun ke tahun, sehingga membuat dua istilah tersebut sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang.

Buat kamu yang baru belajar, hosting dan domain sangat erat kaitannya dengan website. Sebab dalam membangun sebuah website, dua hal tersebut merupakan elemen berbeda yang sulit untuk dipisahkan. Mari kita bahas lebih jauh tentang hosting dan domain.

Apa itu domain?

Secara umum domain bisa kita artikan dengan alamat. Ketika kamu ingin mengunjungi website tertentu, kamu membutuhkan alamatnya agar website tersebut bisa di akses.

Contoh :

Google.com
Youtube.com

Perlu kamu ketika bahwa setiap domain memiliki nama yang unik, artinya tidak akan ada domain yang memiliki nama yang sama di dunia ini. Contohnya ketika seseorang telah mendaftarkan Google.com sebagai domain websitenya, kamu tidak akan bisa memiliki domain dengan nama serupa. Kecuali jika domain tersebut sudah expired dan tidak digunakan lagi oleh pemilikinya. Sebagai tambahan, sebenarnya setiap website mempunyai alamat IP atau IP Address berbentuk angka, yang mana angka-angka ini sangat sulit untuk dihafalkan. Penggunaan IP address untuk mengakses sebuah website cenderung menyulitkan user. Misalkan sebuah website mempunyai IP address 127.0.0.1, nah kamu harus menghafalkan angka-angka tersebut bila ingin mengakses websitenya. Sulit bukan? Oleh sebab itulah, penggunaan domain akan sangat membantu setiap user yang akan mengakses webistemu.

Setelah memahami pengertian domain secara umum, selanjutnya kita akan membahas tentang Top Level Domain atau sering juga disingkat dengan TLD. TLD merupakan sebuah ekstensi yang berada dibagian paling kanan nama domain. Misalkan kita memiliki domain dengan nama Google.com. Nah, .com inilah yang disebut dengan TLD. Selain itu, TLD juga dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu ccTLD atau Country-Specific Top Level Domain dan gTLD atau General Top Level Domain. ccTLD merupakan jenis TLD yang menggunakan kode negara tertentu pada ekstensinya. Contohnya indonesia yang menggunakan *.id, Singapura menggunakan *.sg, dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan gTLD merupakan TLD yang dipakai secara global, contohnya *.com, *.edu, dan sebagainya.

Apa itu hosting?

Sebelumnya kamu sudah mengetahui seluk beluk domain dengan sangat rinci, sekarang saatnya kita membahas tentang hosting. Hosting merupakan tempat penyimpanan dari data-data yang ada disebuah website. Bila sebelumnya domain kita ibarat sebagai sebuah alamat, maka hosting bisa diibaratkan sebagai sebuah rumah, yang mana akan menyimpan segala sesuatu yang berhubungan dengan website tersebut. Hosting inilah nantinya yang akan memberikan resource atau sumber daya sehingga website kamu bisa diakses oleh siapapun di Internet.

Bila kamu ingin tahu lebih dalam tentang jenis-jenis hosting serta fungsinya, saya sarankan untuk membaca artikel tentang Fungsi Hosting dan Jenis-Jenisnya.

Kesimpulannya, untuk membangun sebuah website, kamu memerlukan hosting dan domain agar website tersebut bisa diakses secara publik oleh siapapun. Domain berfungsi sebagai alamat, sedangkan hsoting berfungsi sebagai media penyimpanan atau gudang dari data-data yang ada di websitemu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *